SURABAYA, RADIANTVOICE.ID – 23 Desember 2025 Forum Latihan Kader III (LK III) menjadi ruang dialektika intelektual yang bernas ketika Prof. Dr. Ali Maksum menyampaikan materi strategis bertajuk “Aktualisasi Nilai Dasar Perjuangan (NDP) dalam Kepemimpinan Transformasional”. Materi ini menegaskan pentingnya integrasi iman, ilmu, dan amal sebagai fondasi kepemimpinan modern yang berorientasi pada transformasi sosial dan kemanusiaan.
Sebagai akademisi dan peneliti yang memiliki rekam jejak panjang dalam kajian kepemimpinan, transformasi sosial, dan pengembangan sumber daya manusia, Prof. Ali Maksum membangun pemaparannya tidak hanya secara normatif, tetapi juga berbasis pengalaman riset empiris, publikasi jurnal ilmiah, serta buku-buku akademik yang telah menjadi rujukan dalam studi kepemimpinan dan kebijakan publik. Pendekatan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional tidak berhenti pada retorika moral, melainkan harus diuji dalam praksis dan analisis ilmiah.
Dalam pemaparannya, Prof. Ali Maksum menegaskan bahwa NDP bukan sekadar teks ideologis, melainkan kerangka etik dan epistemologis bagi seorang pemimpin dalam membaca realitas dan menggerakkan perubahan. Kepemimpinan transformasional dipahami sebagai kepemimpinan yang visioner, adaptif terhadap perubahan, berorientasi pada peningkatan kualitas manusia, serta memiliki integritas moral yang kokoh.
Ia menekankan bahwa tauhid harus menjadi jangkar moral kepemimpinan. Pemimpin yang berangkat dari tauhid akan memiliki keberanian etik untuk tidak tunduk pada kepentingan pragmatis, politik transaksional, maupun kekuasaan semu. Dari sinilah lahir integritas antara ucapan dan tindakan sebuah karakter utama pemimpin transformasional.
Lebih lanjut, Prof. Ali Maksum menjelaskan konsep manusia sebagai khalifah di bumi, yang meniscayakan kepemimpinan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi manusia. Pemimpin tidak hadir sebagai penguasa yang dominatif, melainkan sebagai mentor yang menumbuhkan kapasitas kolektif dan mendorong tumbuhnya kemandirian kader.
Dalam konteks perubahan sosial, ia menegaskan pentingnya inovasi dan keberanian keluar dari status quo. Merujuk pada prinsip sunnatullah, pemimpin transformasional harus memiliki resiliensi, keberanian mengambil risiko perubahan, serta kemampuan membaca realitas secara ilmiah dan berbasis data. Kepemimpinan, menurutnya, adalah proses intelektual yang menuntut pembelajaran sepanjang hayat dan pengambilan keputusan yang rasional sekaligus bermoral.
Prof. Ali Maksum juga menekankan dimensi keadilan sosial dan keberpihakan kepada kelompok lemah (mustad’afin) sebagai indikator utama keberhasilan kepemimpinan. Transformasi tidak diukur dari stabilitas kekuasaan, melainkan dari sejauh mana kepemimpinan mampu menghadirkan keadilan, melawan penindasan, dan mendistribusikan manfaat secara adil di dalam organisasi maupun masyarakat.
Menutup materinya, Prof. Ali Maksum menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional dalam bingkai NDP adalah kepemimpinan yang membawa manusia dari kegelapan menuju cahaya (minadz-dzulumāti ilan-nūr). Aktualisasi NDP bukan sekadar slogan ideologis, melainkan ikhtiar berkelanjutan untuk melahirkan pemimpin paripurna yang menebarkan rahmat bagi semesta melalui tindakan nyata, kebijakan yang adil, dan keteladanan moral. (red).































Discussion about this post