SURABAYA, RADIANTVOICE.ID – Dalam satu dekade terakhir, ekonomi digital telah menjelma menjadi denyut nadi baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di tengah transformasi global yang dipicu oleh teknologi, digitalisasi bukan lagi sekadar trend melainkan kebutuhan mutlak bagi keberlanjutan ekonomi dan daya saing bangsa.
Pertumbuhan startup lokal, ekspansi e-commerce, hingga maraknya sistem fintech menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia tengah beralih dari ekonomi konvensional menuju ekosistem digital yang inklusif. Transaksi kini tak lagi bergantung pada uang tunai; perdagangan lintas daerah, bahkan lintas negara, bisa terjadi hanya dengan satu sentuhan layar.
Namun, kemajuan ini juga menimbulkan tantangan baru: ketimpangan literasi digital, keamanan siber, dan ketergantungan pada platform asing. Tanpa kebijakan yang visioner dan pemerataan akses internet, ekonomi digital justru bisa menciptakan jurang baru antara mereka yang “terhubung” dan yang tertinggal.
Pemerintah perlu memperkuat regulasi yang adaptif, mendorong inovasi lokal, serta memastikan pemberdayaan UMKM agar mampu bertahan dan tumbuh di ekosistem digital. Sementara masyarakat harus menjadi bagian aktif dari transformasi ini dengan meningkatkan keterampilan digital, melindungi data pribadi, dan mendukung produk dalam negeri.
Ekonomi digital bukan sekadar perubahan cara bertransaksi; ia adalah pergeseran paradigma ekonomi menuju masa depan yang lebih efisien, transparan, dan berkeadilan. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan digital di Asia Tenggara asalkan kita mampu menjadikan teknologi bukan sebagai alat, tetapi sebagai roh baru pembangunan nasional. (RED).
Rizqi Ikhzahrul Romadhon (Fungsionaris Badko HMI Jatim)































Discussion about this post